jump to navigation

Siswi SMP Sutradarai Film Porno 20 September 2011

Posted by Jussmelon in Humor.
trackback


Seorang siswi sebuah SMP swasta di Turen Kabupaten Malang mencoba menjadi sutradara sekaligus kamerawan. Yang bikin heboh, jenis filmnya porno dengan pemain sepasang teman sekolah si sutradara.
Di awal video berdurasi 19 menit 38 detik itu, terlihat pemeran pria dan wanita berada dalam sebuah kamar sedang melakukan adegan yang seharusnya hanya patut dilakukan oleh pasangan suami istri. Pemeran pria, dalam melakukan adegannya masih mengenakan seragam sekolah, sedangkan pasangan perempuannya sudah dalam kondisi setengah telanjang dan hanya mengenakan rok Pramuka. Dalam adegan-adegan selanjutnya, pemeran perempuan itu bahkan tak mengenakan selembar pakaian pun di tubuhnya.
Belakangan diketahui bahwa pemeran pria dalam adegan itu adalah VB, alumnus SMK Turen yang lulus, Mei 2011 silam. Sedangkan si perempuan adalah PL, siswi SMP Bhakti. Video yang diberi judul sesuai dengan nama masing-masing pemerannya itu rupanya direkam menggunakan kamera ponsel oleh seorang remaja perempuan yang nampaknya adalah rekan mereka sendiri. Hal ini bisa dipastikan sebab dalam merekam adegan kedua temannya, perempuan itu sesekali mengeluarkan instruksi kepada teman wanitanya untuk melakukan ini dan itu. Terkesan, si sutradara tidak sabar dengan adegan yang bertele-tele. “Cepetan selak onok wong (Cepetan keburu ada orang),” demikian celoteh si sutradara.
Kepastian itu juga muncul pada akhir-akhir video, saat perempuan tersebut pada akhirnya merekam wajahnya sendiri dengan kamera yang sama. Dari penampakan itu, diduga kuat, gadis berkulit gelap dan berpipi tembem itu teman sekolah si pemeran cewek. Ini dilihat dari seragam pramuka yang dia kenakan.

Meski begitu, identitas si perekam belum bisa dipastikan, karena belum satu pun, baik siswa maupun guru SMP yang bersangkutan, yang mengonfirmasi identitasnya. Namun dari percakapan yang tertangkap menunjukkan bahwa cewek tembem itu bertindak sebagai kamerawan sekaligus sutradara.
Dari gambar yang terekam, terlihat lokasi pengambilan gambar itu adalah sebuah rumah, bukan hotel seperti umumnya video porno amatiran. Sedangkan dari kualitas gambar, mereka menggunakan ponsel dengan kamera berkemampuan rendah, karena banyak gambar kabur, terutama ketika berpindah-pindah lokasi. Namun rekaman itu cukup jelas menggambarkan wajah kedua pemain dan sutradaranya.
Namun karena pada saat melakukan adegan tersebut ia masih berseragam, maka kuat dugaan bahwa aksi itu dilakukan VB, sebelum ia lulus sekolah. Hal tersebut dibenarkan oleh kepala sekolah SMK Turen, Winarko ST yang ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (19/9).


”Dari yang sudah kami cek, bisa kami simpulkan bahwa pemeran pria dalam video porno itu adalah salah seorang alumnus sekolah ini yang lulus bulan Mei kemarin, dia dari jurusan Otomotif,” ujar Winarko.
Ditambahkan Winarko, VB adalah mantan siswanya yang dalam data milik sekolah tercatat sebagai warga Desa Rembun, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.
Sekalipun mengakui bahwa pria berinisial VB itu pernah bersekolah di sana, Winarko mengaku baru mengetahui keberadaan video tersebut pada awal September, setelah diberitahu oleh seorang staf humasnya. ”Staf humas saya itu tahu setelah ada kenalannya, seorang pegawai pom bensin yang mengatakan bahwa ada video porno yang diperankan oleh seorang murid sini,” tambah Winarko.
Winarko juga tak tahu pasti kapan video itu dibuat dan tersebar. Namun dari seragam sekolah yang dikenakan VB, ia menduga bahwa adegan dilakukan sebelum kelulusan siswa. ”Seragam yang ia pakai itu seragam kebesaran sekolah ini setiap Jumat dan Sabtu, tapi mulai tahun ajaran baru ini sudah kami ganti dengan model seragam lainnya,” bebernya.
Karena VB telah lulus dan menerima ijazah, Winarko mengaku tak bisa melakukan apa-apa untuk memberikan sanksi atas perbuatan VB yang telah mencemarkan nama sekolah. ”Karena dia sudah lulus, urusannya kami serahkan ke pihak kepolisian. Kami sendiri nggak bisa memberikan sanksi apa-apa. Paling-paling yang bisa kami lakukan hanya mempersulit proses legalisasinya aja,” pungkas Winarko.
Sementara itu, diketahui pula bahwa pemeran wanita dalam video tersebut memiliki inisial PL, salah seorang siswi SLTP Bhakti yang bangunannya berada dalam satu kompleks dengan SMK Turen.


Saat wartawan berusaha menemui Kepala Sekolah SLTP Bhakti, Wahyu Priyo Sancoko untuk meminta konfirmasi terkait kebenaran informasi bahwa PL adalah pelajar sekolahnya, Priyo sedang tidak ada di tempat. Namun seorang guru piket bernama Irfan membenarkan bahwa pemeran perempuan dalam video itu adalah mantan anak didik SLTP Bhakti yang telah dikeluarkan oleh pihak sekolah.
”Memang benar anak perempuan itu pernah sekolah di tempat ini, tapi dia sudah dikeluarkan,” beber Irfan.
Dikeluarkannya PL dari sekolah, menurut Irfan, bukan karena beredarnya video tersebut, namun karena ia suka membolos selama berhari-hari.
”Dia itu warga Desa Sanggrahan, Bululawang yang sebelumnya bersekolah di SMPN 2 Bululawang. Dia dikeluarkan dari sekolah sini karena suka bolos sampai berhari-hari. Kapan dia dikeluarkan, itu yang tahu pak kepala sekolah. Jadi kalau untuk urusan video, sudah nggak ada hubungannya lagi dengan pihak sekolah,” tegas Irfan.
Irfan mengaku, hingga saat ini dirinya sama sekali belum menonton video tersebut. Lantas, bagaimana dia membenarkan bahwa PL pernah menjadi siswa di sekolah tersebut? Menurut Irfan, informasi yang menyebutkan bahwa PL adalah siswa SLTP Bhakti, diperoleh dari orang lain. ”Saya belum lihat videonya, itu informasinya didapat dari pihak lain,” tambahnya.
Sementara itu, Kurnia Wahyu Pemuda (16), salah seorang pelajar jurusan otomotif SMK Turen, membenarkan bahwa video syur itu telah beredar di sekolahnya sejak sebelum Lebaran. Ia juga tak membantah informasi bahwa pemeran pria dalam video itu pernah menjadi kakak kelasnya.
”Saya sih belum lihat rekamannya, tapi banyak teman saya yang bilang pemerannya dari sekolah sini. Rekaman itu sudah beredar sejak sebelum Lebaran kemarin,” ungkap Wahyu.
Sementara itu, Yudha, salah seorang siswa SLTP Bhakti yang bertemu wartawan di sekolah tersebut juga mengaku mengenal PL.
”Iya, saya tahu, dia anak kelas dua,” ujar Yudha yang sepertinya setelah menyadari bahwa pertanyaan itu terkait dengan peredaran video porno, langsung berlari pergi meninggalkan wartawan.
Dari keterangan Winarko dan Wahyu, dapat sedikit disimpulkan bahwa rentang waktu antara pembuatan dan tersebarnya rekaman video itu ke publik membutuhkan waktu yang tidak singkat. Pasalnya, VB diketahui telah lulus pada Mei 2011, sedangkan menurut pengakuan Wahyu, rekaman video telah santer dibicarakan kalangan siswa SMK Turen sejak sebelum Lebaran.
Dengan asumsi video itu mulai tersebar sejak Agustus 2011 (sebelum Lebaran) dan VB lulus Mei 2011, serta dibandingkan dengan gambar rekaman yang memperlihatkan saat VB masih mengenakan seragam sekolah, maka setidaknya video itu baru tersebar paling cepat tiga bulan setelah direkam. Sayangnya, hingga saat ini masih belum diketahui siapa pelaku yang pertama kali menyebarkan video tersebut dan bagaimana cara penyebarannya. Yang jelas, rekaman itu sekarang sudah beredar luas di masyarakat.
Menanggapi beredarnya video mesum tersebut, Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Hartoyo SIK mengungkapkan, telah memperoleh informasinya dan sampai saat ini masih mencari keberadaan para pelaku. Rumor yang berkembang, saat ini mereka sudah menghilang dari rumah masing-masing.
”Sedang kami lakukan penyelidikan untuk mencari siapa pelaku dan penyebarnya. Yang jelas, identitas para pelaku sudah kami dapatkan. Kalau mereka sudah diamankan, kami akan minta keterangan dari saksi ahli untuk memastikan kebenaran video tersebut,” ujar Hartoyo.
Selain itu, untuk mengantisipasi dampak negatif dari rekaman video itu, Hartoyo juga meminta masyarakat yang sudah menyaksikan rekaman video itu agar tidak ikut serta menyebarkannya.
Menanggapi maraknya rekaman video porno yang dilakukan anak sekolah, dosen Teknologi dan Programming Mobile, STIKI Malang, Subari SIkom mengatakan, sebagai akibat kesalahan pengguna. Pasalnya, dalam penggunaan teknologi, kata Subari, tidak ada batasannya.
Pada dasarnya, tambahnya, teknologi diciptakan untuk memudahkan aktivitas manusia. Apalagi, lanjut Subari, untuk ponsel, sudah banyak meningkatkan fitur-fitur aplikasi terbaru dan dijual dengan harga murah pula. Bahkan teknologi terbaru seperti android, terdapat fitur merekam video tanpa diketahui objek yang direkamnya.
“Bukan teknologi yang salah, namun penggunanya yang tidak memiliki kontrol moral atau etika,” katanya ketika dihubungi Senin (19/9).
Dikatakannya, pemerintah juga tidak memiliki hak mengontrol pembelian produk teknologi, misalnya ponsel. “Kekuatan membeli adalah kekuatan ekonomi keluarga, sehingga tidak ada yang bisa mengekang,” tandasnya.
Kesalahan penggunaan, menurut Subari, adalah kesalahan manusianya. “Pemerintah tidak salah, karena produk-produk teknologi dijual legal di pasaran,” pungkasnya.
Dalam penggunaan teknologi, sarannya hanya ada satu cara pembatasan, yaitu kontrol lingkungan seperti orang tua dan sekolah.
Sementara itu, psikolog perkembangan dari Universitas Airlangga, Dewi Retno Suminar, melihat kecenderungan yang kebablasan pada anak muda, yaitu menggunakan teknologi untuk mengabadikan apa pun kegiatan mereka, termasuk urusan ranjang.
“Kalau dilihat dari sisi teknologi, perkembangan kecanggihan ponsel kini melenceng dari tujuan semula. Hampir semua kegiatan diabadikan. Sampai-sampai adegan mesum juga diabadikan. Kebiasaan mengabadikan ini menjadi semacam budaya,” kata Dewi.
Ia menilai, penggunaan teknologi saat ini harus dibarengi dengan kedewasaan berpikir, sehingga bisa menggunakan ponsel, misalnya, secara tepat, yaitu untuk berkomunikasi.
Ia menjelaskan, dilihat dari psikologi perkembangan, remaja berada pada posisi yang sangat rentan. Mereka kerap saling mengolok-olok atau bergurau yang berlebihan. Si perekam bisa jadi dalam rangka ini.
“Kini teknologi bagi remaja sudah menjadi semacam ketergantungan. Sayangnya, mereka jarang berpikir dampak atau akibat yang muncul setelahnya. Mereka mudah merekam dan menyebarkan atau mengunggah status dengan bebas,” lanjut Dewi.

Komentar»

1. othonx - 21 September 2011

wah. Update infonya….hahahaha

2. dasanbaru - 25 September 2011

mana videonya bro?

Otomotif2™ - 26 September 2011

belum ckup umur brow..😉


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: