jump to navigation

Haruskah Vixion Pakai Pertamax 12 Juli 2011

Posted by Jussmelon in Otomotif.
Tags: ,
trackback

Pemilihan bahan bakar yang sesuai itu harus melihat dari rasio kompresi mesin sepeda motor anda.

Karena kompresi inilah yang terkait dengan nilai oktan bahan bakar.

Rasio kompresi itu adalah perbandingan volume ruang bakar saat piston di titik mati bawah (TMB ; ketika piston berada di titik paling jauh dari kepala silinder) dengan volume ruang bakar saat titik mati atas (TMA ; ketika piston berada di titik paling dekat dari kepala silinder). Semakin besar perbandingan rasio kompresi maka saat piston berada di TMA akan memiliki tekanan dan suhu yang semakin besar pula. Efek baik lain ketika anda memakai bahan bakar yang sesuai selain peforma mesin maksimal adalah ketika anda memberi bahan bakar yang sesuai, maka pembakaran pun sempurna, sehingga otomatis lebih atau bahkan jauh lebih irit, serta mesinpun jadi awet.

Nah ketahanan bahan bakar terhadap suhu dan tekanan tertentu sebelum terbakar perlu diperhitungkan supaya bahan bakar tidak terbakar terlalu cepat atau terlalu terlambat. Bila pembakaran terjadi terlalu cepat maka piston akan mendapat hentakan gaya dari 2 arah yaitu putaran mesin dan ledakan terlalu cepat tadi, efek jangka panjangnya piston bisa cepat rusak. Tapi bila pembakaran terjadi terlalu lambat maka piston tidak akan dapat dorongan sempurna ketika akan kembali ke TMB, efeknya tenaga mesin jadi loyo. Btw, pembakaran terlalu cepat juga membuat mesin jadi loyo, karena piston selalu berada dalam kondisi mendapat tekanan dari 2 arah yang berlawanan (namun tidak ekstrim, karena memang akan tetap lebih besar gaya dari putaran mesin, namun gaya dari pembakaran terlalu cepat meskipun lebih kecil, maka secara akumulatif akan mengganggu kinerja dari mesin itu sendiri).

Terkait itu semua, bahan bakar memiliki variabel indikator yang disebut Oktan. Oktan adalah nilai yang menunjukkan tingkat ketahanan bahan bakar terhadap suhu dan tekanan tertentu sebelum terbakar. Semakin tinggi angka Oktan, maka akan semakin tahan terhadap suhu dan tekanan yang lebih tinggi.

Oktan ini terkait dengan kompresi dari mesin motor anda, sebelum terlalu panjang lebar, berikut listnya:

Premium (Oktan 88) = untuk kompresi 7:1 hingga 9:1
Pertamax (Oktan 92) = untuk kompresi 9:1 hingga 10:1
Pertamax Plus (Oktan 95) = untuk kompresi 10:1 hingga 11:1

Sumber: http://www.hargatoyota.com/2009/10/memil…

Untuk Yamaha V-Ixion dia punya rasio kompresi 10,4:1

Sumber: http://www.kredit-motor.com/ymh_vixion.h…

Jadi bahan bakar yang cocok itu adalah Pertamax Plus, yang rentangnya di 10:1 hingga 11:1

Minimal pake Pertamax yang rentangnya 9:1 hingga 10:1, meskipun masih tidak sesuai, setidaknya rentangnya tidak melompat terlalu jauh ketimbang Premium yang rentangnya di 7:1 hingga 9:1

Gunakanlah bahan bakar yang sesuai untuk rasio kompresi motor anda, supaya peforma yang didapat bisa maksimal. Kalo tidak sesuai, ya takutnya bisa mengalami efek-efek yang sudah saya jelaskan terlebih dahulu di atas (bisa jadi mesin loyo karena pembakaran tidak sempurna dan jangka panjangnya piston dan part di sekitarnya jadi kurang awet). Efek baik lainnya selain peforma maksimal ketika anda menggunakan bahan bakar yang sesuai adalah konsumsi bahan bakar menjadi lebih irit serta komponen-komponen mesin terjaga keawetannya. Kalo V-Ixion dipaksakan pakai Premium, nanti pembakarannya tidak sempurna, sebab bakal terjadi detonasi atau pembakaran terlalu cepat, hal ini menyebabkan knocking atau mesin mengelitik (suara yang ditimbulkan karena piston ditekan dari dua arah, putaran mesin vs pembakaran yang terlalu cepat). Efek jangka panjang dari knocking adalah piston dan daerah ruang bakar bisa cepat rusak, seperti lecet, retak-retak, bahkan bisa membuat piston berlubang.

Terkait campur mencampur bahan bakar…

Boleh-boleh saja kok kalau mau mencampur-campur bahan bakar.

Mungkin efeknya, nilai oktan bahan bakar yang didapet jadi kacau, karena campur-campur.

Saran saya, kalo mau ganti, paling ngga disisakan sedikit dulu bahan bakar yang sebelumnya.

Supaya bila tercampur, nilai oktan yang dominan yang didapet dan tidak terlalu tergeser nilai oktannya gara-gara bahan bakar yang sebelumnya.

Namun sebenarnya campur-mencampur bahan bakar itu sah-sah saja.

Karena dalam beberapa kasus tertentu, campur-mencampur ini memang ada racikannya supaya dapat nilai oktan tertentu.

Semisal, Premium kan oktannya 88, Pertamax oktannya 92, Pertamax Plus oktannya 95.

Jadi semisal mau dapet oktan di tengah-tengah 88 – 92, ya tinggal diracik sekian persen Premium dan sekian persen Pertamax.

Lalu kalo semisal mau dapet oktan di tengah-tengah 92 – 95, ya tinggal diracik sekian persen Pertamax dan sekian Pertamax Plus.

Hanya saja kalo kasusnya abis pake Pertamax yang oktannya 92. Lalu mau ganti bahan bakar yang oktannya 88 murni (Premium). Ya harus disisakan sedikit dulu Pertamaxnya, lalu diisi Premium. Agar nilai oktannya tidak terlalu bergeser.

Setahu saya demikian, semoga membantu.

materi referensi:

Pengalaman pribadi & segala media sumber informasi dari dunia otomotif.

Komentar»

1. MENONE - 13 Juli 2011

menone ga pki nich motor hehehehehehehe…………….

Salam persahabatan selalu dr MENONE

Otomotif2™ - 13 Juli 2011

Salam Kenal Juga Gan..Thanks dah mampir..🙂

2. Agusetyo Tze Syuwatu - 13 Juli 2012

oke bruooww thx

3. nandha - 28 Oktober 2012

kaloo ganti pertamax katanya harus setel angin-angin
lalu gimana cara setel angin-angin di vixion???


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: